ankara escort bayan ankara escort bayan sakarya escort bayan
HEN TECAHI YO ONOMI T'MAR NI HANASED (Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan)

Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Jaypura, Kode POS: 99224

              
Home / Berita / Warta Daerah / Semakin Tinggi Bukan Justru Menjauh dari Rakyat

Semakin Tinggi Bukan Justru Menjauh dari Rakyat

PALING TINGGI:Gedung DPR Papua yang akan menjadi gedung tertinggi di Papua saat ini dalam tahap pengerjaan. Anggota DPRP memastikan meski semakin tinggi, perhatian kepada masyarakat bukan semakin jauh.(foto : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Pekerjaan pembangunan gedung baru DPR Papua yang tengah dikebut diproyeksikan April 2019 akan rampung. Gedung dengan 14 lantai ini menghabiskan anggaran sekira Rp 270 miliar yang nantinya menjadi gedung tertinggi di Papua.

Dari kondisi ini ada yang berpikir jika para wakil rakyat ini akan semakin jauh dari rakyat.  Namun pendapat kecil tersebut langsung dibantah oleh salah satu anggota Komisi IV DPRP, Thomas Sondegau, ST., yang meminta jangan ada pemikiran seperti itu.

“Itu anggapan tidak benar, kami ada saat ini karena rakyat pemilih kami sehingga apa yang kami lakukan tidak akan menghianati mimpi rakyat. Kami akan tetap bekerja seperti biasa, tolong catat itu,” kata Thomas d Hotel Horison Jayapura, Rabu (28/11).

Gedung DPRP ini kata Thomas sejatinya   bukan perencanaan baru melainkan sudah diplankan sejak lama. Sejak kepemimpinan DPR Papua masih dipegang Jhon Ibo. Namun selama itu perencanaan pembangunan hanya sebatas bicara saja dan tak ada eksekusi. Barulah diera sekarang setelah melihat kebutuhan yang dianggap relevan dengan perkembangan daerah, maka pembangunan tersebut direalisasikan.

“Niat pembangunan ini mungkin sudah 10 tahun lalu tapi sampai sekarang baru dibangun. Ini juga untuk menjawab pandangan masyarakat di luar Papua yang menganggap Papua tertinggal sekaligus menganggap bahwa karena isu keamanan akhirnya pembangunan tak berjalan,” kata Thomas.

Selain itu kondisi gedung lama memang dianggap sudah tak lagi mampu menampung jumlah anggota DPRP yang berjumlah 69 orang. “Coba saja lihat, anggota duduk di ruangan yang sempit dan berdesak-desakan. Kondisi lift juga sering rusak. Ini bisa dicek,” katanya.

Namun Thomas memastikan jika dengan semua fasilitas dan kenyamanan ini justru menjadi tantangan bagi tiap anggota DPRP untuk bekerja lebih baik. “Malulah kita jika sudah memiliki fasilitas seperti ini tapi bekerja tak maksimal. Ini pertaruhan bagi kami juga untuk menjawab atau menyeimbangkan antara fasilitas  dan komitmen menjadi wakil rakyat sesungguhnya,” imbuhnya. (ade/nat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*