ankara escort bayan ankara escort bayan sakarya escort bayan
HEN TECAHI YO ONOMI T'MAR NI HANASED (Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan)

Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Jaypura, Kode POS: 99224

              
Home / Berita / Warta Daerah / Bukan Hanya Sampah Namun Debit Air yang Melimpah

Bukan Hanya Sampah Namun Debit Air yang Melimpah

BANJIR – Kondisi banjir di Jl Pantai Kelapa, Argapura Bawah yang selalu terjadi ketika hujan deras turun. Warga berharap pemerintah bisa membuatkan satu drainase baru yang bisa menampung debit air Minggu (9/12) kemarin.(FOTO : Gamel Cepos)

JAYAPURA –  Warga yang bermukim di Argapura bawah Jalan Pantai Kelapa nampaknya harus terus mengurut dada jika  hujan deras. Pasalnya dengan hujan yang hanya 2 jam, lokasi ini dipastikan banjir hingga selutut orang dewasa. Mirisnya meski sudah pernah dikunjungi pemerintah ternyata lokasi ini tak kunjung aman dari banjir. Setelah Cenderawasih Pos menelusuri, persoalannya bukan hanya sampah dari jalan tetapi lebih pada kondisi drainase yang memang tak lagi mampu menampung debit air.

Air yang mengalir ke titik Jl Pantai Kelapa ini berasal dari belakang Kantor Sinode, Kantor Pelni tetapi sampai ke Hanurata. “Padahal hujannya hanya 2 jam tapi selalu seperti ini (banjir). Kasihan warga yang tinggal disekitar sini, selalu kebanjiran,” kata Fatmawati, salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di  Jl Pantai Kelapa, Ahad (9/12). Dari kejauhan ia terlihat menggandeng anaknya dan menyisir bagian pinggir jalan dengan tetap berhati-hati agar tak masuk dalam parit. Kata Fatmawati kalau banjir karena sampah sejatinya bukan itu yang utama namun jalur pembuangan atau drainase yang terlalu sempit.

Ini diperkuat oleh warga lainnya bernama Lewi. Pria ini sudah puluhan tahun tinggal di Argapura bawah dan lokasi banjir persis di depan rumahnya. Iapun mengajak Cenderawasih Pos berkeliling melihat persoalan drainase. “Pak Wali Kota, Pak Wakil dan Kepala Dinas PU sudah pernah ke sini tapi sampai sekarang begitu-begitu saja, selalu banjir,” katanya. Ia menyampaikan bahwa dari warga pernah  menyampaikan langsung solusinya yakni dibuatkan saluran pembuangan baru yang terbuka. Ini diyakini bisa membantu untuk mengurangi penumpukan debit air. “Tapi sampai sekarang  belum ada tindaklanjut,” singgung Lewi.

“Yang ada saat ini sangat kecil dan anehnya bibir selokan kok posisinya di atas badan jalan, artinya selokannya memang tidak terlalu berfungsi dan kalau jalannya yang ditinggikan artinya rumah disekitar sini akan banyak yang tenggelam,” jelas Lewi. Iapun mengantar ke muara yang lokasinya persis di bawah rumah  milik pak Edward Youwe. Disini Edward juga menjelaskan bahwa jika air pasang ditambah dengan hujan deras maka air akan naik melewati talud yang dibuat pemerintah. “Ya seperti itu kondisinya,” singkat Edward. (ade/wen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*