HEN TECAHI YO ONOMI T'MAR NI HANASED (Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan)
              
Home / Berita / Warta Daerah / Dua Tahun Tak Bayar Pajak Ranmor, Dinyatakan Bodong

Dua Tahun Tak Bayar Pajak Ranmor, Dinyatakan Bodong

Takim/Cepos
Pelayanan di kantor Samsat jayapura, Rabu (12/12) .

JAYAPURA —Masyarakat yang selama ini acuh tak acuh dalam membayar pajak kendaraan bermotor mulai tahun depan akan diterapkan peraturan baru yakni bagi pemilik kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor dua tahun berturut-turut dinyatakan sebagai kendaraan bodong.

Kepala Bidang Paur STNK Samsat Kota Jayapura, IPDA, Resti Widya Sari.STr.K mengatakan bahwa yang dimaksud dengan peraturan baru tersebut, dimana STNK yang sudah mati 2 tahun akan dihapus datanya dari database Samsat sehingga kendaraan ini menjadi tidak terdata alias bodong. Dimana Peraturan tersebut diperkirakan akan diberlakukan mulai Januari 2019.

“Penghapusan yang akan dilakukan tidak semena-mena petugas, namun melalui surat pernyataan (SP 1,2 dan 3) terhadap yang bersangkutan baru dilakukan penghapusan,”kata IPDA, Resti Widya Sari.STr.K kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kantor Samsat Kota Jayapura, Rabu (12/12) kemarin.

Peraturan baru tersebut tercantum Dalam UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, persisnya di pasal 73 dan 74 ayat 2 tentang lalulintas dan angkutan jalan, dan juga pasal 110 sampai 114 No. 5 tahun 2012 tentang Registrasi Data Motor (Regidamor), ada penjelasan bahwa registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor bisa saja dihapus dengan persyaratan tertentu.

Dari pasal di atas ada beberapa poin yang Berikut bunyinya, Penghapusan registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat dilakukan jika, Kendaraan Bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan atau, pemilik Kendaraan Bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku STNK.

“Yang dimaksud dalam hal ini adalah, petugas mempunyai wewenang untuk menghapus jika melihat kondisi kendaraan yang dugunakan oleh masyarakat sudah tidak layak digunakan dan juga karena kecelakaan,”ujarnya.

Kata Ipda, Resti Widya Sari.STr.K , Dalam UU memang diatur itu, ada namanya nomor registrasi kendaraan, penghapusan nomor registrasi kendaraan bermotor.

Kendaraan mempunyai kewajiban untuk memperbaharui plat nomor kendaraan dan memperpanjang STNK setiap 5 tahun, dan bayar pajak kendaraan tiap tahun.

Kalau memang STNK habis masa berlakunya kemudian tidak dilakukan registrasi kendaraan, maka akan diberlakukan peraturan penghapusan tersebut.

Pihaknya mengakui bahwa terkait peraturan tersebut saat ini belum diberlakukan, dimana baru disahkan pada 11 November 2018 lalu. Dan sebelum diberlakukan pihaknya tentu akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu supaya masyarakat paham dan bisa mengetahui peraturan tersebut.

“Untuk aturan itu (penghapusan data registrasi kendaraan) belum kita terapkan. Kalau itu diberlakukan dan saat ini , pasti ada peringatan dan sosialisasi ke masyarakat dulu, sehingga saat diberlakukan tidak ada alasan masyarakat untuk tidak mengatahui atau pura-pura tidak tau” paparnya.( kim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

izmir escort

izmir escort

instagram takipçi hilesi

takipçi satın al

takipçi satın al

escort bayan

takipten çıkanlar

instagram takipçi satın al

tiktok takipçi satın al

takipçi satın al

instagram takipçi satın al

instagram takip etmeyenler

İstanbul Escort

İzmir Escort

Ankara Escort

Bursa Escort

Antalya Escort