HEN TECAHI YO ONOMI T'MAR NI HANASED (Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan)
              
Home / Berita / Warta Daerah / 50 SISWA DARI 32 SEKOLAH DI KOTA JAYAPURA IKUTI LOMBA BERCERITA BUDAYA LOKAL

50 SISWA DARI 32 SEKOLAH DI KOTA JAYAPURA IKUTI LOMBA BERCERITA BUDAYA LOKAL

WALI KOTA JAYAPURA DR BENHUR TOMI MANO, MM BERSAMA KEPALA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DRS AMOS SOLOSSA DAN 50 SISWA-SISWI PESERTA LOMBA BERCERITA BUDAYA LOKAL

JAYAPURAKOTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura dalam menyambut HUT ke-109 Kota Jayapura, ajak siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar mengenal budaya lokal. Hal tersebut dikemas dalam konsep lomba bercerita budaya lokal yang diikuti 50 peserta dari 32 sekolah. Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM meminta kepada pada guru SD terutama siswa-siswi untuk semakin mengenal budaya lokal dan sejarah Kota Jayapura.

“Tutur kata dan struktur kata yang diucapkan siswa dengan memberi salam dan memberi hormat adalah dasar seorang anak yang pintar dan cerdas, serta berani tampil,” katanya membuka lomba bercerita budaya lokal di Aula Sian Sioor, Selasa 19 Februari 2019.

SALAH SEORANG PESERTA MEMPERKENALKAN DIRI KEPADA WALI KOTA JAYAPURA

Mengawali kegiatan lomba bercerita, Wali Kota berpesan agar konten cerita mengdung unsur budaya di Kota Jayapura. Dalam pada itu, para siswa-siswi juga harus mengenal siapa pemimpin Kota Jayapura, motto pembangunan Kota Jayapura dan ragam budaya Port Numbay sebagai kampung adat.

Wali Kota menceritakan kisah berdirinya Kota Jayapura sebagai sebuah pemerintahan, yang diawali pada 7 Maret 1910. Momen bersejarah tersebut diawali dengan berkibarnya bendera pemerintahan Belanda, hingga berkibarnya bendera Merah Putih pada peristiwa pembebasan Irian Barat, 1 Mei 1969. “Sejarah sangat penting diajari ke siswa-siswi, mereka harus paham sejarah berdirinya Kota Jayapura yang telah berganti nama empat kali dengan nama Hollandia, Soekarnopura, Numbay hingga Kota Jayapura,” katanya.

SALAH SEORANG PESERTA MEMPERKENALKAN DIRI KEPADA WALI KOTA JAYAPURA

Lomba bercerita budaya lokal ini juga menjadi momen menumbuhkan nasionalisme sejak dini. Provinsi Papua dengan Ibu Kota Jayapura merupakan bagian integral dari NKRI sejak resmi kembali ke pangkuan tanah air Indonesia. Nasionalisme juga sebagai wujud membangun manusia di Papua dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan.

Wali Kota terakhir juga menjelaskan perihal sistem adat yang ada di Kota Jayapura atau negeri Port Numbay. Sistem monarki absolut pada masing-masing keondoafian dengan Ondoafi sebagai kepala suku, yang tersebar di 14 kampung menjadi wawasan lokal yang harus diketahui siswa-siswi. Untuk itu Kota Jayapura konsisten dan menuangkannya dalam visi “Terwujudnya kota yang beriman, mandiri, bersatu, modern, berbasis kearifan lokal”. Wali Kota berharap Dinas Pendidikan membuat literatur tentang kearifan lokal di Kota Jayapura tentang bahasa kampung hingga adat istiadat Port Numbay. (HUMAS)

 

Sumber : http://humas.jayapurakota.go.id/2019/02/19/50-siswa-dari-32-sekolah-di-kota-jayapura-ikuti-lomba-bercerita-budaya-lokal/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

izmir escort

izmir escort

instagram takipçi hilesi

takipçi satın al

takipçi satın al

escort bayan

takipten çıkanlar

instagram takipçi satın al

tiktok takipçi satın al

takipçi satın al

instagram takipçi satın al

instagram takipçi satın alma

instagram takip etmeyenler

İstanbul Escort

İzmir Escort

Ankara Escort

Bursa Escort

Antalya Escort