ankara escort bayan ankara escort bayan sakarya escort bayan
HEN TECAHI YO ONOMI T'MAR NI HANASED (Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan)

Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Jaypura, Kode POS: 99224

              
Home / Berita / Warta Daerah / MONEV BPJS KETENAGAKERJAAN: 10 KAMPUNG, 18 OPD DAN 14 RIBU WARGA KOTA JAYAPURA TELAH TERDAFTAR

MONEV BPJS KETENAGAKERJAAN: 10 KAMPUNG, 18 OPD DAN 14 RIBU WARGA KOTA JAYAPURA TELAH TERDAFTAR

WALI KOTA JAYAPURA DR BENHUR TOMI MANO, MM BERSAMA PEJABAT PENGGANTI SEMENTARA KEPALA CABANG BPJS JAYAPURA NASRULLAH UMAR, KEPALA DISNAKER DJONI NAA, SE, MSI, DAN PIMPINAN BPJS KETENAGAKERJAAN

JAYAPURAKOTA – Monitoring dan Evaluasi Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan di Lingkungan Pemerintah Kota Jayapura tercatat 10 dari 14 kampung, 18 dari 48 OPD dan 14 ribu darj 428 ribu warga Kota Jayapura telah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM menegaskan salah satu bahan evaluasi kepersertaan BPJS untuk tenaga non ASN atau honorer harus ditertibkan. “Kalau terus rerkrut tenaga honor mereka mau digaji dengan dana apa? Harus ada data valid agar nantinya bisa diposkan anggaran untuk membayar iuran BPJS bagi tenaga kerja non ASN,” katanya membuka Monev BPJS Ketenagakerjaan di Aula Sian Soor, Rabu 26 Juni 2019.

Wali Kota mengatakan data pekerja honorer harus valid, ia juga ingin menertibkan tenaga honorer yang tidak maksimal dalam bekerja. Di sisi lain, Pemerintah Kota Jayapura telah memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi 14 ribu peserta BPJS Kesehatan bagi masyarakat OAP dan non Papua.

WALI KOTA JAYAPURA DR BENHUR TOMI MANO, MM MEMBUKA MONEV BPJS KETENAGAKERJAAN

“Sekarang yang saya minta datanya harus valid dan sumber pendanaan untuk membayar premi tenaga kerja non ASN yang dibayarkan tiap bulan sebesar Rp 17.500 karena Pemerintah Kota Jayapura bersama BPJS Ketenagakerjaan telah bekerjasama menjamin dan membayar hak tenaga honorer,” katanya.

Pejabat Pengganti Sementara Kepala Kantor Cabang BPJS Jayapura Nasrullah Umar yang juga Kepala Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, pihaknya bukan mencari keuntungan. Sejak berubah jadi badan yang dulunya PT Jamsostek kemudian menjadi Badan Penyelenggara Jamsostek, murni berada pada pelayanan.

“Kami sama sekali tidak mencari keuntungan dari iuran, dari iuran tersebut terjadi resiko meninggal dunia, satu orang sebesar Rp 24 juta, ini diwajibkan karena merupakan program kerja pemerintah yang efeknya sangat besar bagi pemerintah,” katanya

PEJABAT PENGGANTI SEMENTARA KEPALA CABANG BPJS JAYAPURA NASRULLAH UMAR

Jika masyarakat tidak dilindungi dengan jaminan sosial dari pemerintah maka jika ada tenaga kerja yang sebagai tulang punggung keluarga meninggal dunia. Kemudian, telah berkeluarga maka akan berpotensi memunculkan masyarakat miskin baru. Di sinilah peranan pemerintah dalam melindungi tenaga kerjanya melalui jaminan sosial.(HUMAS)**

 

Humas Setda Kota Jayapura

 

Sumber : http://humas.jayapurakota.go.id/2019/06/26/monev-bpjs-ketenagakerjaan-10-kampung-18-opd-dan-14-ribu-warga-kota-jayapura-telah-terdaftar/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*