şişli escort bakırköy escort halkalı escort
casino siteleri bahis siteleri betist 1xbet giriş
sakarya escort
beylikdüzü escort
HEN TECAHI YO ONOMI T'MAR NI HANASED (Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan)

Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Jaypura, Kode POS: 99224

              
casino siteleri kacak bahis
bahis siteleri bahis siteleri canlı bahis siteleri canlı casino siteleri casino siteleri
ankara escort bayan ankara escort bayan antalya escort bayan sakarya escort bayan antalya escort bayan
Home / Doa dan Renungan / Katholik

Katholik

Komunitas-komunitas Kristiani Menghadapi Perpecahan Lama dan Baru

“agar mereka menjadi satu dalam tangan-Mu” (Yeh. 37)

Bacaan

  • Yeh. 37:15-19,22-24a: Satu dalam tangan-Mu.
  • Mzm. 103:8-13, atau 18: Tuhan adalah penyayang dan pengasih, dan berlimpah kasih setia.
  • 1 Kor 3:3-7,21-23:Di antara kamu ada iri hati dan percekcokan  … sementara kamu semua adalah milik Kristus.
  • Yoh. 17:17-21: Supaya mereka semua bersatu… agar dunia percaya

Renungan

Orang-orang Kristiani dipanggil menjadi alat kasih Allah yang bernyala-nyala dan mendatangkan damai di dalam dunia yang diwarnai aneka macam perpecahan dan pengasingan. Dengan dibaptis dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, dan dengan mengakui iman akan Kristus yang disalibkan dan bangkit, kita menjadi satu umat milik Kristus sendiri, suatu umat yang diutus untuk menjadi Tubuh Kristus di dunia dan bagi dunia. Untuk ini, Kristus berdoa bagi para murid-Nya: semoga mereka bersatu, supaya dunia percaya.
Perpecahan antar umat Kristiani dalam  masalah-masalah fundamental yang menyangkut iman dan kemuridan Kristiani sungguh-sungguh merongrong kemampuan kita  untuk memberi kesaksian di hadapan dunia. Di Korea, seperti di kalangan banyak bangsa lain, Injil Kristus diwartakan dengan suara yang saling bertengkar, yang menuturkan suatu pewartaan sumbang tentang Kabar Baik. Di sini ada godaan untuk melihat perpecahan-perpecahan masa kini, dengan latar belakang konflik yang menyertainya, sebagai pembenaran alami terhadap sejarah Kristiani kita; kita tidak mampu melihat perpecahan itu sebagai suatu kontradiksi internal yang sungguh-sungguh bertentangan dengan amanat bahwa Allah telah mendamaikan dunia dalam Kristus.
Penglihatan Yehezkiel tentang dua papan, yang bertuliskan nama-nama kerajaan Israel kuno yang terpecah-belah, yang menjadi satu dalam tangan Allah, merupakan suatu gambaran kuat mengenai kuasa Allah untuk mewujudkan rekonsiliasi, untuk melaksanakan bagi suatu bangsa yang diliputi perpecahan sesuatu yang tidak dapat mereka sendiri lakukan. Kiasan ini sangat menyentuh hati orang-orang Kristiani yang terpecah-belah, karena menggambarkan sumber rekonsiliasi yang ditemukan di jantung pewartaan Kristiani sendiri. Pada kedua papan kayu yang membentuk Salib Kristus itu, Tuhan yang menguasai sejarah mengambil sendiri luka-luka dan perpecahan umat manusia. Dalam totalitas pemberian diri-Nya di salib, Yesus memadukan dosa umat manusia dengan kasih setia Allah yang menyelamatkan. Menjadi Kristiani berarti dibaptis dalam kematian Yesus; terdorong oleh kerahiman-Nya yang tanpa batas, lewat kematian itu Tuhan Yesus menuliskan pada kayu salib nama-nama umat manusia yang terluka, sambil mendekapkan mereka kepada diri-Nya dan memulihkan relasi mereka dengan Allah dan dengan satu sama lain.
Kesatuan Kristiani adalah persekutuan yang didasarkan atas belongingkita kepada Kristus, kepada Allah. Dengan semakin bertobat kepada Kristus, kita mendapati diri kita didamaikan oleh kuasa Roh Kudus. Doa untuk kesatuan umat Kristiani adalah suatu pengakuan iman kita akan Allah, suatu pembukaan hati lebar-lebar kepada Roh Kudus. Dikaitkan dengan usaha-usaha kita yang lain untuk mengupayakan kesatuan di kalangan orang-orang Kristiani – dialog, kesaksian dan perutusan bersama – doa untuk kesatuan merupakan alat yang istimewa; lewat doa ini Roh Kudus sedang bekerja agar rekonsiliasi dalam Kristus dinyatakan dengan jelas dalam dunia yang akan diselamatkan oleh Kristus.

Doa

Allah yang mahamurah, Engkau telah mengasihi dan mengampuni kami dalam Kristus, dan telah berusaha mendamaikan seluruh bangsa manusia dalam kasih yang menyelamatkan. Sudilah memandang kami, yang bekerja dan berdoa untuk kesatuan komunitas-komunitas Kristiani yang terpecah-belah. Berilah kami pengalaman menjadi saudara dan saudari dalam kasih-Mu. Semoga kami menjadi satu, satu dalam tangan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Sumber:http://www.imankatolik.or.id/Renungan%20Alkitab%20dan%20Doa-doa%20Selama%20Delapan%20Hari.html

İllegal bahis